🎬 Review Film: Sore – Istri dari Masa Depan (2025) Film ini bukan sekadar romansa biasa—ia adalah perjalanan lintas waktu yang menyentuh...
🎬 Review Film: Sore – Istri dari Masa Depan (2025)
Film ini bukan sekadar romansa biasa—ia adalah perjalanan lintas waktu yang menyentuh dan penuh kejutan emosional. Disutradarai oleh Yandy Laurens, yang juga menulis naskahnya, Sore: Istri dari Masa Depan merupakan adaptasi dari web series populer tahun 2017. Versi layar lebarnya membawa kedalaman baru, baik dari segi visual maupun narasi.
🌌 Sinopsis Singkat
Jonathan, seorang fotografer yang tinggal di Kroasia, tiba-tiba kedatangan seorang perempuan bernama Sore yang mengaku sebagai istrinya dari masa depan. Tujuannya? Mengubah gaya hidup Jonathan agar ia tidak meninggal karena penyakit jantung di masa depan. Dari sinilah dimulai kisah cinta yang tidak hanya melintasi waktu, tapi juga menggali makna pengorbanan dan penerimaan.
🎠Daftar Pemain
Pemeran | Karakter |
|---|---|
Sheila Dara Aisha | Sore |
Dion Wiyoko | Jonathan |
Goran Bogdan | Karlo |
Lara Nekic | Elsa |
Mathias Muchus | Seno (Ayah Jonathan) |
Maya Hasan | Maya (Ibu Jonathan) |
Livio Badurina | Marko |
Borko Peric | - |
🎥 Kru Produksi
- Sutradara & Penulis: Yandy Laurens
- Produser: Suryana Paramita
- Musik: Ofel Obaja Setiawan
- Sinematografi: Dimas Bagus Triatma Yoga
- Produksi: Cerita Films, Imajinari, Miles Films, Studio Artemis, dan lainnya
💬 Quote Ikonis dari Film
Film ini dipenuhi dialog puitis dan reflektif. Berikut beberapa kutipan yang paling membekas:
- “Orang berubah bukan karena rasa takut, tapi karena dicintai.”
- “Kalau aku hidup sepuluh ribu kali, aku akan selalu milih kamu.”
- “Kenapa senja itu menyenangkan? Kadang ia merah merekah bahagia, kadang ia hitam gelap berduka. Tapi langit selalu menerima senja apa adanya.”
- “Ada tiga hal yang tidak bisa dibatalkan oleh waktu: masa lalu, rasa sakit, dan kematian.”
- “Kamu janji jagain aku, bahkan dari diri kamu sendiri.”
🌠Kesimpulan
Sore: Istri dari Masa Depan adalah karya monumental yang menggabungkan fantasi, drama, dan filosofi cinta dalam satu paket sinematik yang memukau. Visualnya estetik, musiknya menyayat, dan ceritanya... bikin kita merenung lama setelah keluar dari bioskop.
Kalau kamu suka film yang bikin hati hangat sekaligus mikir, ini wajib masuk daftar tontonan. Mau bahas soundtrack-nya juga? Lagu-lagu dari Barasuara dan Adhitia Sofyan di film ini benar-benar magis.


COMMENTS